Kali ini Oombym akan bicara tentang MESIN WAKTU. Pengennya sih bisa diskusi bareng bang ooyi (hehehe...). Mesin Waktu memang impian para ilmuwan modern, bahkan sebenarnya sudah menjadi angan-angan yang usianya beratus-ratus tahun yang lalu. Apakah Mesin Waktu hanya menjadi sebuah angan-angan kosong belaka? Ataukah ada kemungkinan bahwa suatu ketika nanti, Mesin Waktu benar-benar diciptakan? Semua tentu ada jawabnya. Kuncinya cuma satu ! Giat mencari tahu, berani mengobservasi, dan jangan lupa berdo'a agar diberi petunjuk oleh ALLAH, Tuhan Yang Memiliki Segala Ilmu.
BERMULA DARI KHAYALAN
Dalam film kartun Doraemon, dia memiliki PINTU SEGALA TEMPAT yang dapat membawanya kemana saja yang diinginkannya. Tinggal meniatkan tempat yang akan dituju, buka pintunya. Jreeenggg !!!! Tampaklah tempat keinginan kita. Kira-kira begitulah sebuah khayalan yang digambarkan melalui tokoh Doraemon.
Dengan menggunakan Mesin Waktu yang tersimpan dalam laci meja belajar Nobita, mereka juga bisa melanglangbuana ke masa prasejarah ataupun ke masa mendatang yang penuh dengan imajinasi, walau kadang-kadang mereka bertabrakan dengan garis sinus yang menghalangi jarak tempuh, sehingga mengakibatkan mereka tersesat ke masa yang tidak jelas. Hehehehe...
ILMU LANGKAH SEKILAN SERIBU JARAK
Mungkin kita pernah mendengar akan cerita-cerita dari nenek moyang kita, bahwa jaman dulu, nenek moyang kita banyak punya kesaktian aneh-aneh. Ada yang bisa terbang lah, ada yang bisa menghilang lah, dan masih banyak lagi. Bahkan ada yang memiliki yang namanya Ilmu Langkah Sekilan Seribu Jarak ! Dengan ilmu itu orang hanya tinggal menetapkan niat, langkahkan kaki sejengkal, maka dalam sekejapan mata langsung tiba pada tempat yang dituju, sekalipun jaraknya ribuan kilometer jauhnya. Wallahu 'alam benar tidaknya.
AL QUR'AN MENJAWAB
Dari banyak bukti-bukti sejarah, maka yang paling kuat adalah bukti sejarah yang termaktub dalam Kitab Suci, dalam hal ini Al Qur'an. Tersurat kisah seorang Raja dan juga Nabi yang bernama SULAIMAN, berkehendak mengajak RATU BALQIS untuk kembali pada fitrahnya, tunduk patuh pada ALLAH YANG MAHA ESA, melepaskan kepercayaannya terhadap Dewa Matahari. Untuk membuktikan bahwa Nabi Sulaiman memiliki Tuhan Yang Sangat Kuat, maka dia meminta kepada bawahannya untuk memindahkan Singgasana Ratu Balqis ke istananya. Raja Jin yang bernama IFRIT akhirnya menyatakan bahwa dia sanggup memindahkan Singgasana Ratu Balqis sebelum Baginda Sulaiman bangun dari tempat duduknya. Tapi Nabi Sulaiman tidak puas. Akhirnya seorang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi (modern), menyatakan bahwa dia sanggup memindahkannya hanya dalam sekejapan mata saja. Belum sempat Nabi Sulaiman mengiyakan, tatkala beliau membuka matanya, Singgasana Ratu Balqis telah ada di hadapannya.
Ternyata Jin bisa kalah dengan manusia yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi (modern). Kalah cepat !!! Dalam sepenggal cerita di atas, ada beberapa fenomena yang mestinya menjadikan kita lebih yakin bahwa yang namanya MESIN WAKTU bisa saja diciptakan oleh manusia.
Hal yang menjadi dasar adalah : Ulama (manusia yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan modern di jaman Nabi Sulaiman tentunya bukan orang dalam jalamannya Nabi Sulaiman. Kok bisa??? Ya ! Karena kalau memang orang itu adalah orang dari jaman Nabi Sulaiman, maka perkembangan ilmu TELEPORTASI tentu tidak menjadi hal yang mustahil di jaman sekarang. Karena sudah pasti perkembangan ilmu TELEPORTASI akan terus berkembang, bahkan akan sedemikian canggihnya. Kenyataannya, kita ternyata belum mampu menjangkau ilmu untuk menciptakan alat Teleportasi tersebut. Padahal jarak waktu terjadinya sudah berlangsung ribuan tahun yang lalu.
Lantas, dapat ditarik kesimpulan bahwa orang tersebut adalah manusia modern yang dikirim melalui sebuah MESIN WAKTU ke jaman Nabi Sulaiman. Jelas atas ijin ALLAH untuk memberikan pertolongan kepada Nabi Sulaiman.
Hmmmm.... Benarkah ??? Wallahu 'Alam....
Tampilkan postingan dengan label teropong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teropong. Tampilkan semua postingan
Selasa, 13 Oktober 2009
Minggu, 24 Mei 2009
Bakau di Pulau Ende
Pulau Ende adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat Kota Ende yang jaraknya sekitar 12 km dari pinggir pelabuhan. Jumlah penduduk yang sekitar 8.000 jiwa itu ternyata hampir 95% mengkonsumsi air sumur yang masih terasa ASIN. Walaupun sudah terbiasa dengan hal itu, ternyata mereka masih mendambakan hadirnya AIR TAWAR. Satu-satunya jalan yang paling mungkin adalah dengan menanam BAKAU dan menjadikan sebagian pesisir Pulau Ende sebagai MANGROOVE.
Oombym masih ingat ketika dulu masih kecil sekitar tahun 1980-an, ada sebuah Kapal Tongkang yang hilir mudik Ende - Pulau Ende untuk mengantar Air Tawar ke daerah "asin" itu. Namun, hanya bertahan beberapa tahun saja. Setelah itu, "Back To Basic"... Kembali ke "Air Agak Asin".
Sekitar tahun 1990-an, ketika Oombym menginjakkan kaki di pasir Pulau Ende. Masih tersedia "Air Tawar" (menurut orang Ende "belum tawar", tapi masih dapat diminum) di sebuah sumur yang terletak di sebelah atas lokasi Puskesmas Pulau Ende. Namun, setelah pohon beringin besar yang tumbuh diantara sumur dan bibir pantai itu tumbang karena dimakan usia (lapuk), maka air yang agak tawar itu perlahan tapi pasti mulai mengandung garam yang tidak sedikit.
Ketika Oombym menggali informasi dari orang-orang tua disana, ternyata memang dahulunya ada tumbuh banyak "Pohon Bakau". Dan di lokasi sekita dusun Kemmo, sempat ada aliran sungai yang mengalir dari "Gunung Embu Rambotu". Hal itu terbukti dari adanya gerusan tanah yang ada di sekitar rumah penduduk yang bermukim di Kemmo.
Suatu ketika Oombym sempat berjalan-jalan di pasir dusun Tanjung menuju desa Metinumba sambil mencari kerang yang berserakan. Tanpa sadar kaki Oombym sempat terantuk sebuah akar. Ketika dicermati ternyata itu adalah sebuah akar pohon bakau. Hanya sepotong, tapi masih kuat tertancap di dalam pasir, mungkin juga telah menancap kuat di karang. Hal itu semakin menguatkan kenyataan bahwa sebenarnya Pulau Ende sangat berpotensi untuk ditanami bakau.
Untuk menghadirkan bakau di Pulau Ende, akhirnya Oombym mencoba untuk menanam bakau dari daerah Nangaroro di pantai Pulau Ende. Karena tidak sempat menanam sendiri di Pulau Ende, akhirnya Oombym meminta tolong kepada saudara Oombym yang ada di Pulau Ende untuk menanamnya. Dengan sukarela akhirnya dia menanam bibit bakau tersebut di depan rumahnya. Dalam perkembangannya, ternyata sangat mengagumkan. Karena dalam jangka waktu 2 bulan saja, pohon bakau yang ditanam dengan tinggi sekitar 50 cm itu, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, tumbuhnya mencapai sekitar 2 meter walaupun dengan daun yang kecil-kecil. 4 bulan kemudian, Oombym mencoba untuk melihat hasil perkembangan bakau tersebut dengan hati yang sangat senang. Tapi ternyata salah, pohon bakau yang sudah mencapai tinggi hampir 3 meter itu mati kering dengan sekarat. Sangat disayangkan. Ternyata saudara yang menanam bakau tersebut persis di depan rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari tinggi bibir pantai. Karena tidak dapat mensuplai sumber makanan, akhirnya bakau tersebut matri sekarat.
Namun, dari kenyataan yang ada, ternyata dapat ditarik kesimpulan bahwa Pulau Ende sebenarnya dapat ditanami bakau, hanya saja harus ditanggani dengan serius dan benar cara penanamannya, selain harus dijaga dan dirawat.
Oombym yang berupaya untuk kegiatan "Olah Alam Kritis" di Pulau Ende, telah mencoba membangun sebuah kelompok pecinta alam, dengan nama AIDEN Kompas Adventure's yang berupaya terus berpegang tangan dengan GERDAPALA (Gerakan Muda Pencinta Alam) Ende. Berbagai upaya akan kami usahakan untuk menjadikan daerah Pulau Ende menjadi daerah "Mangroove" yang akan menghadirkan "Air TAwar". Semoga apa yang akan kami buat untuk kebaikan masyarakat di Pulau Ende, dan untuk menjaga alam dari kerusakan kritis, senantiasa diridhoi Allah SWT. Amiin....
Oombym masih ingat ketika dulu masih kecil sekitar tahun 1980-an, ada sebuah Kapal Tongkang yang hilir mudik Ende - Pulau Ende untuk mengantar Air Tawar ke daerah "asin" itu. Namun, hanya bertahan beberapa tahun saja. Setelah itu, "Back To Basic"... Kembali ke "Air Agak Asin".
Sekitar tahun 1990-an, ketika Oombym menginjakkan kaki di pasir Pulau Ende. Masih tersedia "Air Tawar" (menurut orang Ende "belum tawar", tapi masih dapat diminum) di sebuah sumur yang terletak di sebelah atas lokasi Puskesmas Pulau Ende. Namun, setelah pohon beringin besar yang tumbuh diantara sumur dan bibir pantai itu tumbang karena dimakan usia (lapuk), maka air yang agak tawar itu perlahan tapi pasti mulai mengandung garam yang tidak sedikit.
Ketika Oombym menggali informasi dari orang-orang tua disana, ternyata memang dahulunya ada tumbuh banyak "Pohon Bakau". Dan di lokasi sekita dusun Kemmo, sempat ada aliran sungai yang mengalir dari "Gunung Embu Rambotu". Hal itu terbukti dari adanya gerusan tanah yang ada di sekitar rumah penduduk yang bermukim di Kemmo.
Suatu ketika Oombym sempat berjalan-jalan di pasir dusun Tanjung menuju desa Metinumba sambil mencari kerang yang berserakan. Tanpa sadar kaki Oombym sempat terantuk sebuah akar. Ketika dicermati ternyata itu adalah sebuah akar pohon bakau. Hanya sepotong, tapi masih kuat tertancap di dalam pasir, mungkin juga telah menancap kuat di karang. Hal itu semakin menguatkan kenyataan bahwa sebenarnya Pulau Ende sangat berpotensi untuk ditanami bakau.
Untuk menghadirkan bakau di Pulau Ende, akhirnya Oombym mencoba untuk menanam bakau dari daerah Nangaroro di pantai Pulau Ende. Karena tidak sempat menanam sendiri di Pulau Ende, akhirnya Oombym meminta tolong kepada saudara Oombym yang ada di Pulau Ende untuk menanamnya. Dengan sukarela akhirnya dia menanam bibit bakau tersebut di depan rumahnya. Dalam perkembangannya, ternyata sangat mengagumkan. Karena dalam jangka waktu 2 bulan saja, pohon bakau yang ditanam dengan tinggi sekitar 50 cm itu, mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan, tumbuhnya mencapai sekitar 2 meter walaupun dengan daun yang kecil-kecil. 4 bulan kemudian, Oombym mencoba untuk melihat hasil perkembangan bakau tersebut dengan hati yang sangat senang. Tapi ternyata salah, pohon bakau yang sudah mencapai tinggi hampir 3 meter itu mati kering dengan sekarat. Sangat disayangkan. Ternyata saudara yang menanam bakau tersebut persis di depan rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari tinggi bibir pantai. Karena tidak dapat mensuplai sumber makanan, akhirnya bakau tersebut matri sekarat.
Namun, dari kenyataan yang ada, ternyata dapat ditarik kesimpulan bahwa Pulau Ende sebenarnya dapat ditanami bakau, hanya saja harus ditanggani dengan serius dan benar cara penanamannya, selain harus dijaga dan dirawat.
Oombym yang berupaya untuk kegiatan "Olah Alam Kritis" di Pulau Ende, telah mencoba membangun sebuah kelompok pecinta alam, dengan nama AIDEN Kompas Adventure's yang berupaya terus berpegang tangan dengan GERDAPALA (Gerakan Muda Pencinta Alam) Ende. Berbagai upaya akan kami usahakan untuk menjadikan daerah Pulau Ende menjadi daerah "Mangroove" yang akan menghadirkan "Air TAwar". Semoga apa yang akan kami buat untuk kebaikan masyarakat di Pulau Ende, dan untuk menjaga alam dari kerusakan kritis, senantiasa diridhoi Allah SWT. Amiin....
Senin, 09 Februari 2009
nikah, hidup bersama dan bahagia
Tak pernahkah kita sadari bahwa rasa kasih sayang itu telah hadir saat kita belum menjadi apa-apa. Kasih sayang yang sejati, yang tak akan pernah pudar. Kasih sayang yang diliputi oleh batasan antara Yang Maha Memiliki dan yang terkasih.
Cinta yang tumbuh dari bibit kasih sayang yang bersih dan sehat. Cinta yang berkecambah dengan niat kesucian yang tulus. Cinta yang memiliki akar yang kuat dan berenergi. Cinta yang memiliki batang impian dan cita-cita yang tinggi menjulang. Cinta yang memiliki daun-daun kehangatan yang hijau dan rimbun. Cinta yang menghasilkan bunga-bunga bahagia yang indah. Cinta yang memekarkan semangat hidup untuk saling berbagi. Cinta yang membuahkan kemesraan yang sejati. Cinta yang akan menghasilkan dunia yang penuh makna, untuk menggapai Sang Pemilik Cinta.
Dengan cinta yang tulus dan suci, maka harapannya adalah untuk menikah dengan baik, hidup bersama dengan kasih sayang, menjalin bahagia hingga akhir hayat menjemput. Indahnya…
Bila cinta dilandaskan nafsu dan syahwat, maka rasa cinta akan tumbuh karena wajah yang rupawan, tubuh yang ideal, kata-kata yang manis dan indah membuai, gejolak birahi karena libido meningkat, sentuhan kulit yang membakar.
Keindahan cinta yang dilandaskan nafsu dan syahwat hanyalah bayang-bayang semu yang tak nyata. Gampang hilang dan sirna. Akan mudah terlepaskan dengan rasa kecewa. Bibitnya diselimuti syahwat. Akarnya ditunggangi iblis. Batangnya kecil dan rapuh. Daunnya mudah rontok. Bunganya tidak cantik bersemi. Mekarnya dikalungi birahi angkara. Buahnya lebih banyak menjadi penyesalan. Cinta demikian akan menjadikan dunia menjadi kotor dan hina. Sang Pemilik Cinta akan memalingkan Wajah Kasih Sayang-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)